This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 Maret 2017

Buah-Buahan Ini Bisa Membantu Penyembuhan Flu

Flu adalah penyakit yang cukup sering menyerang siapa saja. Sayangnya, penyakit ini seringkali dianggap sebagai penyakit yang ringan sehingga cenderung disepelekan. Padahal, jika flu sudah sampai tahapan yang berat, maka flu bisa mengganggu aktifitas sehari-hari. Untuk mengobati flu, kita bisa mengkonsumsi obat-obatan dan menjaga pola makan yang sehat. Tak hanya itu, ada baiknya kita mengkonsumsi buah-buahan berikut ini yang diyakini mampu membuatflulebih cepat sembuh.
Buah apel
Buah apel ternyata sangat baik untuk dikonsumsi saat kita terkena flu. Buah ini ternyata kaya akan kandungan antioksidan. Bahkan, menurut pakar kesehatan, di dalam apel kita bisa menemukan 1.500 mg vitamin C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, khususnya dalam memperkuat sistem imun. Tak hanya itu, di dalam apel terdapat kandungan flavonoid yang bisa membuat kita mencegah kanker dan penyakit jantung dengan lebih baik.
Buah pisang
Buah pisang ternyata juga sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi saat kita terkena flu. Buah ini ternyata kaya akan kandungan vitamin B6 yang bisa membantu penyembuhan flu. Tak hanya itu, buah ini ternyata juga mampu membuat kita mengatasi stress, depresi, dan juga masalah insomnia atau susah tidur.
Buah pepaya
Di dalam buah pepaya, kita bisa menemukan 250 persen kebutuhan vitamin C yang kita butuhkan untuk melawan virus penyebab sakit flu. Tak hanya itu, buah ini ternyata juga kaya akan kandungan sehat lainnya layaknya beta karoten dan vitamin E yang bisa mengatasi sekaligus mencegah peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh flu.
Grapefruit
Jangan terkecoh dengan namanya yang mirip dengan anggur, grapefruit sebenarnya adalah buah yang mirip dengan jeruk namun memiliki ukuran lebih besar dengan daging buah berwarna merah. Salah satu jenis jeruk ini ternyata sangat kaya dengan vitamin C yang akan memperkuat sistem kekebalan tubuh dan juga limonoids, zat yang bisa menurunkan kolesterol dalam tubuh.

Kapankah Bayi Mulai Menendang Perut Ibunya di Dalam Kandungan?

Salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh ibu hamil adalah tendangan buah hatinya di dalam kandungan. Dengan merasakan tendangan dari bayi, ibu bisa merasakan adanya kehidupan di dalam perut dan hal ini bisa memberikan sensasi kebahagiaan yang luar biasa. Sebaliknya, cukup banyak ibu yang mengalami kecemasan andai sang janin tak kunjung menendang-nendang perutnya. Sebenarnya, kapankah bayi mulai menendang perut ibunya di dalam kandungan?
Pakar kesehatan menyebut gerakan bayi di dalam perut yang bisa dirasakan oleh ibunya sebagaiquickening. Biasanya, ibu bisa merasakan gerakan bayi ini saat usia kehamilannya memasuki 16 hingga 22 minggu. Hanya saja menurut pakar kesehatan, cukup banyak pula ibu yang tidak merasakan adanya gerakanquickeningini mengingat setiap kehamilan memang berbeda-beda.
Jika ibu hamil merasakan gerakanquickeningini, biasanya ibu akan merasakan sensasi geli hingga tendangan ringan. Satu hal yang pasti, tendangan atau pukulan ringan dari bayi ini tidak akan memberikan masalah kesehatan bagi kehamilan. Gerakan bayi di dalam kandungan pun cenderung bervariasi. Ada bayi yang sangat aktif sehingga ibu bisa merasakan tendangan ini cukup sering dalam sehari, namun, ada pula bayi yang hanya melakukan gerakan sesekali saja dalam sehari. Frekuensi gerakan bayi ini ternyata cukup dipengaruhi oleh aktifitas sehari-hari ibu hamil, termasuk jam tidur, hingga suara-suara pada lingkungan ibu.
Biasanya, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, maka gerakan bayi juga akan cenderung semakin aktif. Namun, jika gerakan bayi masih rendah, yakni kurang dari 10 kali dalam durasi 2 jam meskipun kandungan sudah cukup besar, ada baiknya kita segera berkonsultasi pada dokter kandungan. Hal yang sama juga sebaiknya kita lakukan andai gerakan bayi justru cenderung semakin lambat atau menurun dari hari ke hari.

Begini Trik Redakan Stres dalam 3 Menit, Mau Coba?

Stres bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk saat sedang bekerja. Untuk 'pertolongan pertama' meredakan stres ini, ada trik yang bisa dilakukan dan butuh waktu tiga menit saja. Seperti apa?

Pakar meditasi Emmy-Lou Knowles mengatakan upaya meredakan stres bisa dilakukan dalam waktu tiga menit saja. Ketika seseorang merasa khawatir dan stres, yang diperlukan adalah ruang sementara.

"Anda tidak membutuhkan aromaterapi tertentu, lilin, atau duduk bersila di lantau. Marilah kita realistis. Yang perlu Anda lakukan yakni menutup mata atau melihat dengan fokus sebuah titik di hadapan Anda, dengan kaki datar menapak di lantai," kata Knowles kepada Daily Mail.

Cara ini, kata dia, pastinya lebih mudah dilakukan ketika Anda ada di meja kantor bukan? Langkah selanjutnya, fokuslah dengan menarik napas dalam melalui hidung, kemudian hembuskan napas dengan adanya desahan.

"Mendesah merupakan cara luar biasa dan efektif untuk memberi tahu tubuh bahwa kita perlu 'mereset' pikiran, perasaan, dan tubuh kita. Agar stres mereda, Anda perlu mengulanginya delapan kali sampai Anda merasa lebih baik," tutur Knowles.

Bukan rahasia lagi jika stres berdampak buruk bagi tubuh. Ketika stres, tubuh akan memasuki fase berbeda yang mengikis kemampuan imun untuk menjaga tubuh dari berbagai virus dan bakerti yang masuk. Dikutip dari Time, dengan menurunnya kekebalan tubuh, seseorang juga jadi rentan mengalami insomnia, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan masalah pencernaan.

"Anda dapat mengurangi efek negatif stres dengan cara sederhana. Salah satunya menarik napas dalam dan lambat. Membiasakan diri olahraga teratur juga bisa bermanfaat, misalnya dengan melakukan yoga. Diet sehat juga bisa jadi salah satu cara efektif menjaga imunitas tubuh," tutur pakar kesehatan Gail Saltz.

Senin, 06 Maret 2017

Gara-Gara Disentuh Oleh Orang yang Belum Cuci Tangan, Bayi Ini Hampir Meninggal Dunia

Bayi memang memiliki penampilan yang bisa membuat kita merasa gemas sehingga ingin selalu menyentuh atau menciumnya. Hanya saja, ada baiknya kita tidak sembarangan menyentuh bayi apalagi jika kita belum cuci tangan karena bisa saja membuat bayi terkena penyakit. Sayangnya, hal ini tidak dilakukan pada seorang bayi yang berasal dari Memphis, Amerika Serikat. Bayi ini terkena virus pernafasan menular dan berbagai penyakit lainnya gara-gara disentuh oleh orang yang tidak mencuci tangan.
Sang ayah sendiri menyebutkan jika buah hatinya terkenameningitisdan harus dirawat di rumah sakit. Sang anak berjenis kelamin perempuan ini bahkan hampir meninggal dunia dan pihak rumah sakit bahkan sudah sempat berkata bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuk menyelamatkannya. Beruntung, sang buah hati akhirnya bisa kembali memiliki harapan untuk hidup setelah dipindahkan ke rumah sakit lain dan menggunakan ventilator.
Tak hanya meningitis, berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus pernafasan menular atau RSV ini menyerang sang anak layaknya pneumonia, bronchiolitis, hingga tidak berfungsinya paru-paru kanan. Menurut dokter yang menanganinya, besar kemungkinan sang anak disentuh oleh orang yang tidak mencuci tangannya atau tidak menutup mulutnya saat batuk-batuk atau bersin di depannya.
Dokter spesialis anak Ari Brown yang berasal dari Texas, Amerika Serikat, menyebutkan jika banyak orang tua yang berpikir jika asalkan anak selalu diselimuti saat suhu udara dingin, maka mereka tidak akan mudah terkena gangguan pernafasan. Padahal, suhu dingin bukanlah penyebab penyakit layaknya flu atau pneumonia. Beliau justru menekankan pentingnya mencuci tangan sebelum menyentuh anak agar bisa lebih baik dalam mencegah penyakit yang berkaitan dengan RSV ini.
Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi demi mencegah bayi terkena berbagai penyakit yang berbahaya.

Setelah Memiliki Anak, Jam Tidur Ibu Semakin Berkurang

Meskipun merasakan kebahagiaan luar biasa karena mendapatkan keturunan, banyak ibu yang mengaku merasakan kelelahan luar biasa dan kekurangan waktu tidur. Hal ini tentu membuat ibu menjadi merasa kurang bugar dan tentu berpotensi untuk jatuh sakit.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Georgia Souther University’s Jiann-Ping Hsu College of Public Health pun dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara waktu tidur sebelum dan setelah memiliki anak. Penelitian yang dilakukan dengan metode survei melalui telepon pada 5.800 pria dan wanita ini mendapatkan hasil yang berbeda antara waktu tidur sebelum dan setelah memiliki anak. Setelah memberitahukan durasi tidur malam selama satu bulan penuh, para partisipan juga diminta untuk menyebutkan seberapa sering mereka merasa kelelahan. Hasilnya adalah, 48 persen wanita yang sudah memiliki anak cenderung tidur dengan waktu 7 jam atau kurang. Sementara itu, 62 persen wanita tanpa anak mengalami hal tersebut.
Pemimpin penelitian; asisten professor Kelly Sullivan, menyebutkan jika wanita yang sudah memiliki anak mengalami kelelahan dalam 14 hari dalam satu bulan. Sementara itu, wanita tanpa anak hanya mengalami kelelahan ini selama 11 hari dalam sebulan. Menurut Sullivan, rasa lelah ini seringkali terjadi karena menurunnya jam tidur malam dan setiap adanya anak akan meningkatkan kemungkinan untuk mengalamikurang tidurpada ibu hingga 50 persen.
Berbeda dengan wanita yang memiliki waktu tidur semakin berkurang setelah memiliki anak, para pria justru tidak mengalami penurunan waktu tidur yang berarti. Sullivan menduga jika tidak adanya kewajiban pria untuk menyusui anaknya di tengah-tengah waktu tidur mempengaruhi hal ini.
Melihat adanya fakta ini, Jodi Mindell dari Sleep Center at Children’s Hospital of Philadelphia menyarankan suami dan istri untuk membagi tugas mengurus anak sehingga tidak ada salah satu pihak yang kekurangan waktu tidur dan berpotensi untuk jatuh sakit. Pastikan bahwa ayah bisa mengurus anak agar bisa memberikan waktu beristirahat bagi pasangannya.

Terkena Batuk Seperti Ini? Bisa Jadi Tanda Dari Penyakit Berbahaya

Banyak orang yang berpikir jika batuk adalah sebuah penyakit yang sangat mengganggu dan harus disembuhkan. Padahal, batuk sebenarnya dalah mekanisme alami pertahanan tubuh yang ada pada sistem pernafasan kita. Batuk sendiri akan muncul sebagai reaksi tubuh saat tenggorokan mengalami iritasi yang diakibatkan oleh lendir, makanan, debu, atau bahkan asap dan lain sebagainya. Normalnya, batuk akan berusaha untuk mengeluarkan benda asing pada tenggorokan tersebut dengan tujuan melegakan saluran pernafasan. Namun, ada beberapa jenis batuk yang ternyata mengindikasikan adanya penyakit berbahaya yang sebaiknya patut untuk kita waspadai. Seperti apakah jenis batuk tersebut?
Batuk jenis pertama yang bisa menandakan adanya penyakit adalah batuk kering. Batuk kering ini terjadi meskipun jumlah dahak sangat sedikit pada tenggorokan. Alhasil, hal ini bisa membuat iritasi pada tenggorokan yang cukup parah dan menyiksa. Seringkali batuk kering ini disebabkan oleh alergi atau lingkungan yang tidak sehat layaknya ruangan yang dipenuhi oleh para perokok.
Tak hanya menandakan alergi, batuk kering ternyata juga bisa menandakan penyakit asma atau adanya efek samping dari obat-obatan tertentu. Andai batuk kering ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi hal ini juga disebabkan oleh refluks asam lambung, masalah kesehatan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju tenggorokan.
Batuk basah yang biasanya diiringi oleh banyaknya lendir memang bisa membuat kita lega. Sayangnya, batuk jenis ini bisa disebabkan oleh alergi atau beberapa masalah kesehatan yang lebih serius layaknya infeksi sistem pernafasan. Hanya saja, andai batuk yang basah ini keluar disertai dengan darah, ini adalah tanda dari adanya kanker paru. Tak hanya itu, jika dahak yang keluar berwarna kekuningan atau kehijauan, maka bisa jadi ini adalah tanda daripneumonia.
Jika kita menemui batuk dengan tanda-tanda seperti ini, ada baiknya segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Ini Bahaya Dari Menggunakan Tusuk Gigi Setelah Makan

Banyak dari kita yang masih suka menggunakan tusuk gigi setelah makan karena ingin menghilangkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi. Dibalik manfaatnya yang bisa membuat gigi tetap bersih, pakar kesehatan ternyata menyebutkan jika penggunaan tusuk gigi bisa berbahaya bagi kesehatan. Alih-alih menggunakannya, pakar kesehatan justru lebih menyarankan penggunaan benang gigi atau menyikat gigi saja. Sebenarnya, apa sajakah bahaya dari menggunakan tusuk gigi setelah makan?
Membuat gigi lebih renggang
Tanpa kita sadari, penggunaan tusuk gigi ternyata memang mampu membuat gigi kita menjadi lebih renggang. Beberapa sisa makanan yang terselip pada gigi memang sulit untuk dihilangkan dan banyak orang yang terus berusaha untuk mencungkilnya dengan tusuk gigi. Alhasil, hal ini akan membuat kerapatan gigi semakin berkurang dan ke depannya, makanan justru akan lebih mudah terselip di gigi.
Membuat enamel gigi rusak
Enamel gigi atau lapisan terluar dari gigi ternyata memang bisa mengalami kerusakan andai kita hobi mencungkil sisa makanan yang terselip dengan menggunakan tusuk gigi. Jika hal ini terjadi, maka enamel gigi yang berfungsi sebagai pelindung gigi akan semakin terkikis dan kita pun akan semakin mudah merasakan gigi ngilu saat mengkonsumsi minuman dingin.
Membuat gusi terasa sakit
Tajamnya tusuk gigi tanpa disadari bisa menusuk gusi saat kita sedang berusaha untuk mencungkil sisa makanan. Hal ini tentu bisa membuat gusi berdarah. Jika ada kuman dan bakteri yang berhasil masuk ke dalam luka tersebut, dikhawatirkan kita akan memicu peradangan gusi atau penyakit gusi lainnya.
Memicu abrasi gigi
Sering menggunakan tusuk gigi ternyata membuat kita mengalamiabrasi gigisecara perlahan-lahan. Andai abrasi ini terus terjadi tanpa dihentikan, maka kita pun akan beresiko terkena masalah gigi berlubang atau gigi keropos. Karena alasan inilah ada baiknya kita tidak terlalu kuat dalam memasukkan tusuk gigi pada celah gigi dan juga tidak menggunakannya terlalu sering.